Kamis, 14 Oktober 2010, sepulang kerja dengan Shogun 125 putih-hitam melaju menembus derasnya hujan dari kantor menuju rumah di Sentul demi sang istri tidak menunggu sendirian sampai malam, karena kompleks yang kami huni masih belum banyak dihuni pemiliknya. Badan masih berasa sehat saat itu.
Namun kondisi berubah setelah malam saat tidur badan tiba2 memanas demam, oh my God, mungkin aku kebagian lagi penyakit perubahan cuaca. Dibantai dengan parasetamol dan amoxilin sampai jum’at malam, panas tak kunjung reda. Sampai akhirnya Sabtu Siang pergilak ke dokter diantar istri (yang bawa motor tetap sy, karena ga tega istri yg badannya kecil mbonceng saya). Dapat parasetamol, amoxilin, vitamin B komplit dan 1 lg obat yang saya tidak tahu untuk apa. Saya yakin itu untuk radang di tenggorokan saya, karena vit B12 konon katanya bisa mbantu untuk pemulihan manusia kena radang.
Setelah diminum habis obat2 itu, rupanya masih belum menyelesaikan penderitaan saya. Biasanya lendir/dahak berkumpul di tenggorokan saat si bakteri kalah perang melawan obat, sehingga dengan mudah dikeluarkan dr saluran pernafasan. Ndilalah sampai hari ini tenggorokan masih sakit, malah idung mampet ruarrr biasa. Mungkin yg terserang kali ini alat pernafasan bagian atas, sehinggga numpuk di bagian idung.
Tapi deritanya itu adalah si brengsek ingus ini susah banget dikeluarin, harus tega menyiksa senggorokan dengan menarik nafas keras dan pendek untuk mengeluarkannya sampai mau muntah dan berlinang air mata (bukan nangis).
Indahnya sehat jika sudah merasakan penderitaan seperti ini. Janji tatkala sakit kali ini :
- Sembuh nanti harus lebih produktif lagi di kantor
- Sembuh nanti mo lebih rajin bantuin istri ngurus rumah
- Sembuh nanti harus lebih rajin lagi ibadah ka gusti Allah
- Sembuh nanti harus lebih banyak olah raga dan makan makanan yang baik dan sehat. Disinyalir gara2 kopi dan coklat serta makanan manis yang mengakibatkan badan berontak.
Ya, Allah… Berikanlah kesembuhan kepadaku. Jika demam kemarin meluluhlantahkan dosa-dosa yang pernah aku perbuat, aku rela. Namun saat ini aku lebih memilih sehat wal’afiat.




5 Komentar Terakhir