Posted by: kangajo | October 21, 2009

Buang Sampah Sembarangan

Selasa, 20 Oktober 2009 diberitakan di salah satu stasiun televisi swasta bahwa di Jakarta Timur dilakukan Operasi Yustisi Buang Sampah (CMIIW). Yang kedapatan buang sampah atau merokok sembarangan, dikenakan denda 30-50rb dengan sidang di tempat. Langkah maju dari pemerintah daerah DKI Jakarta dalam menangani sampah dan menjamin penerapan Perda berhubungan dengan sampah dan larangan merokok di tempat umum. Semoga program ini bisa terus dijalankan secara konsisten, karena memang perlu penegakkan peraturan secara konsisten dari waktu ke waktu dengan sanksi yang sesuai dengan peraturan. Indonesia tidak bisa diatur dengan cara halus, harus ada sedikit paksaan, sanksi dan hukuman untuk menjalankan program-program yang diyakini besar manfaatnya dikemudian hari.

Saya jadi ingat saat berkunjung ke Korea Selatan beberapa tahun lalu. Seoul, walaupun bukan merupakan kota terbersih di dunia, tapi bila dibandingkan dengan Jakarta atau kota-kota besar lainnya di Indonesia, mereka sudah jauh lebih baik. Di pusat kota tidak terlihat lagi gundukan sampah sembarangan, taman-taman dengan bunga berwarna warnipun menghiasi tepian jalan kota. Bersyukur Jasa Marga saat ini sudah mulai berbenah dengan penghijauan di pingir jalan tol, kecuali jalan tol dalam kota jakarta.

Nandini, seorang teman kantor yang begitu menyenangi budaya Jepang sering mencibir “Orang jakarta tidak mau kena banjir, tapi kok buang sampah sembarangan aja” kesal saat melihat seseorang dengan entengnya melempar bungkus makanan ke jalanan.

Saya bahkan punya pengalaman menarik, saat mengendarai SupraX 125 CW saya ke arah Warung Jambu-Bogor lewat Jl. Ciremai. Saat itu memang hujan sedang derasnya, alhasil permukaan jalan jadi tempat mengalirnya air hujan tersebut sebelum masuk ke gorong-gorong di kiri-kanan jalan. Saat ditikungan, saya begitu kaget ketika ada seorang Bapak yang menumpahkan isi tempat sampahnya ke jalanan persis sesaat saya mau lewat di depannya. Luar biasa memang sulitnya memupuk kebiasaan baik membuang sampah. Kebaikan si Bapak membuang sampah di tempat sampah yang ada di rumahnya jadi percuma saat jalanan dengan air mengalir menjadi pembuangan akhirnya. Mungkin si Bapak berfikir “Yang penting sampah itu tak lagi ada di rumahnya”. Padahal dengan begitu dia hanya memindahkan masalah dari rumah ke tempat lain saja, tidak menyelesaikan masalah sama sekali.

nabung sampah

nabung sampah

Jika di Bantul, telah sukses didirikan Bank Sampah yang dapat mengatasi sampah menjadi barang bernilai jual tingi, kenapa daerah lain tidak. Kita hanya perlu komitmen dan kerja keras dari semua pihak untuk mewujudkannya. Jangan menyerah karena penolakan sebagian warga, karea Bank Sampah di Bantul-pun pada awalnya hanya didukung sedikit warga.

Bagaimana menurut Anda?

Gambar dari http://ester-journey.blogspot.com

Posted by: kangajo | September 17, 2009

Selamat Idul Fitri, 1 Syawal 1430 H

kartulebaran02

Posted by: kangajo | April 21, 2009

Ingat 5 Perkara Sebelum 5 Perkara

Tentunya judul di atas sudah sangat familier dengan keseharian muslim di dunia, mengingat 5 hal sebelum datangnya 5 hal yang lain.

  1. Ingat Sehat sebelum Sakit,
  2. Muda sebelum Tua,
  3. Kaya sebelum Miskin,
  4. Lapang sebelum Sempit,
  5. Hidup sebelum Mati.
Urgent

Urgent

Sepertinya sederhana, namun begitu sering kita mendengar orang2 di sekitar kita berkata : Cepet nih URGENT! Apa artinya itu? Artinya waktu dia untuk memenuhi keperluannya sudah dibatasi dengan waktu yang semakin sempit. Dan ini bisa jadi diakibatkan oleh penundaan-penundaan yang ‘konsisten’.

Begitu juga penyesalan “Kenapa saya tidak menjaga agar tidak terlalu banyak makan junk food” atau “Kenapa saya malas berolah raga” kala kita merasakan sakit yang luar biasa, sehingga tak mampu lagi berolah raga. Kitapun berjanji untuk rutin berolah raga selepas sakit, namun apa yang terjadi? Kembali penundaan “Saya sudah sehat kok sekarang”-pun akhirnya keluar dari mulut kita.

Bagi seorang entrepreneur, prinsip tidak menunda-nunda merupakan kelebihan tersendiri. Bukan hanya dalam pekerjaan, namun dalam memutuskan. Karena tak jarang peluang datang dalam kondisi kita tidak siap dengan data dan analisa. Dengan intuisi, seorang entrepreneur dapat memutuskan itu dengan sekejap walaupun penuh resiko.

Jika bisnis telah berjalan, mendapatkan profit, jangan menunda untuk terus memperbaiki kinerja perusahaan walaupun itu harus mengorbankan sedikit profit yang sempat dihimpun beberapa waktu lalu. Karena, dengan semakin rapi sistem organisasi, maka akan semakin sempurna dan cepat kerja tim, yang pada akhirnya kepuasan konsumen terjamin dan profit mengalir deras.

Hanya satu menurut saya yang boleh ditunda, adalah “Penundaan” itu sendiri. Tundalah penundaan itu sampai akhirnya dia tidak dapat kesempatan untuk mampir dalam kehidupan kita, sehingga kita selalu melakukan pekerjaan yang penting saat waktu masih luang. Dengan demikian, tidak ada lagi yang URGENT, karena seluruh pekerjaan penting telah terselesaikan dengan baik jauh hari sebelum Sakit, Tua, Miskin, Sempit atau bahkan kematian datang kepada kita.
Semoga kita selalu diberi kekuatan dan kemampuan untuk melakukan semua yang penting sebelum ada penyesalan.

Posted by: kangajo | April 9, 2009

Maaf, Sementara SiGaresto Tutup

Para pelanggan Sigaresto, kami atas nama management “Resto-Cafe SiGaresto” mohon maaf yang sebesar-besarnya karena tidak bisa melayani pra pelanggan sekalian pada hari Senin, 6 April 2009 sampai Ju’at, 10 April 2009. Dengan berat hati pada hari Senin kami tidak bisa memenuhi pesanan lunch box dari salah satu perusahaan di Jababeka untuk makan siang. Hari Selasa ada konsumen kami yang mungkin kecewa saat datang ke Jl. Jababeka XIV mendapati SiGaresto menutup rolling door yang menandakan tidak melayani pelanggan pada saat itu.

Hal ini kami lakukan karena saat itu kami sedang berduka, orang tua salah satu karyawan kami yang sekaligus paman dari karyawan yang lainnya sedang dalam keadaan sakit berat. Demi rasa kemanusiaan, kami memutuskan untuk meminta kedua karyawan kami pulang untuk sementara waktu sampai sehari setelah diselenggarakannya Pemilu Legislatif 2009. Semoga para pelanggan tetap bersedia datang kembali ke SiGaresto untuk menikmati menu-menu special kami.

Sabtu, 11 April 2009 SiGaresto siap melayani pelanggan semua. Pesanan dari PT. Banshu Indonesia sebanyak kurang lebih 30 pax untuk hari itu insya Allah bisa kami penuhi. Pelanggan yang berencana datang juga sudah bisa kami layani dengan baik.

Bagaimanapun juga, dukungan dari seluruh pelanggan kepada SiGaresto untuk terus memberikan yang terbaik sangat diperlukan. Tanpa para pelanggan sekalian, SiGaresto tak ada artinya bagi kami sebagai pengelola. Karena itu, kiranya maaf terbersit dari sudut hati paling dalam untuk SiGaresto, karena tidak dapat melayani pelanggan selama 5 hari yang lalu.

Posted by: kangajo | March 16, 2009

Cara Menangani Senior yang Tidak Kompeten

Kamis, 12 Maret 2009 seperti biasa sebelum berangkat kerja, sempetin denger SmartFM. Saat itu yang sedang berbicara kalau Jansen Sinamo yang punya julukan Guru Etos Indonesia. Yang cukup menggelitik dari pembicaraan saat itu adalah sering ditemui-nya di beberapa perusahaan publik maupun perusahaan keluarga bahwa seorang senior hampir pasti memiliki jabatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan karyawan yang masa kerjanya lebih sebentar, walaupun dari kinerja jauh lebih baik karyawan yang relatif baru.
Sampai Jansen Sinamo mempunyai anekdot “Untuk menyelesaikan masalah karyawan senior yang kurang produktif dan tidak kompeten, maka angkatlah dia jadi manager”
Sayang sekali, jam di handphone saya sudah menunjukkan jam 7.45 yang artinya 15 menit lagi menjelang jam masuk kerja. Akhirnya saya matikan radio dengan menyimpan penasaran akan anekdot yang dilontarkan Jansen Sinamo tersebut.
Teman-teman ada yang tau…?

Posted by: kangajo | February 17, 2009

Inovasi : Mengatasi BOSAN dan JENUH

Manusia itu diciptakan dengan segala aksesorisnya (baca : panca indera-nya) yang dapat merespon atas segala rangsangan yang diperolehnya. Karena begitu banyak rangsangan yang diterima setiap harinya, maka BOSAN dan JENUH adalah perasaan yang sering timbul pada orang-orang dengan rutinitas tinggi.
Lantas, bagaimana caranya agar kita selalu bersemangat dalam melaksanakan aktivitas? Jika pertanyaan itu dilontarkan kepada saya, maka jawabannya adalah : buatlah aktivitas2 baru sesering Anda bisa melakukannya. Lalu pastikan semuanya tercatat dengan baik dan biarkan orang lain menjalankan ‘rutinitas’-nya. Karena jika aktivitas telah dijalankan berulang, maka tak lama kemudian akan kembali menjadi rutinitas. Biarkan ide kita dijalankan oleh orang lain, lalu buatlah ide2 baru yang lebih hebat lagi.
Pasti BOSAN dan JENUH yang dirasakan akan sirna, dan kita enjoy dalam beraktivitas.
Intinya : inovasi setiap hari itu perlu, namun pastikan semuanya berjalan dengan baik, tidak sekedar jadi wacana yang akhirnya menguap setelah keluar dari meeting room.

Posted by: kangajo | February 10, 2009

Bagaimana Menilai Lokasi

Dalam bisnis restoran ada tiga faktor utama yang sangat menentukan keberhasilannya. Adalah LOKASI-LOKASI-LOKASI. Ya, memang benar. Dalam bisnis restoran, lokasi sangat memegang peran penting terhadap kesuksesan. Lalu muncul pertanyaan “Bukankah ‘Sate Klatak’ di Bantul-Jogjakarta lokasinya jauh dari strategis tapi bisa berhasil?” Memang, warung sate itu bisa berhasil. Namun, butuh berapa lama bagi mereka untuk mendapatkan pelanggan sebanyak saat ini? Atau, butuh berapa biaya promosi untuk memperkenalkannya kepada calon customer? Lokasi yang strategis mempercepat proses pengenalan dan mengurangi budget promosi, tanpa mengurangi peluang untuk mencapai keberhasilan usaha. Jadi, jangan ambil resiko dengan bujukan marketing mall, pusat perbelanjaan, plaza, square, trade center dll yang menjanjikan bahwa lokasi tersebut bakal ramai pengunjung berbelanja. Selidiki developer dan pengelola pusat perbelanjaan tersebut, Duta Pertiwi, Lippo Group, Summarecon, Agung Sedayu adalah beberapa developer yang jika dilihat dari track record-nya bisa dikatakan baik dan berkomitmen untuk membuat pusat perbelanjaan yang terus ramai pengunjung. Lalu, lihatlah anchor tenant pusat perpelanjaan tersebut. Carrefour, Hypermart, Giant pada umumnya menjadi achor tenant di beberapa mall besar. Namun saat ini kita harus lebih jeli, karena Giant sudah merambah ke pinggiran dengan konsep seperti minimarket. Carrefour saat ini banyak mengembangkan Carrefour Express yang lebih kecil dari Carrefour hipermarket. Pada umumnya tenant-tenant besar sekelas KFC, McDonalds, J.Co, BreadTalk dll masuk terlebih dahulu sebagai tenant mall. Lantas, apakah mal dimana salah satu space-nya ditawarkan ke kita telah berhasil menarik tenant-tenant besar tersebut. Jika KFC atau bahkan McDonals telah masuk di daftar tenant mereka, maka hampir dapat dipastikan mereka (KFC dan McDonalds) telah menilai lokasi tersebut sangat potensial untuk bisnis makanan. Trik seperti ini pula yang dijalankan oleh Alfamart dan Indomaret dalam penentuan kelayakan lokasi, sehingga saat ini hampir setiap kali kita menemui Alfamart, maka paling tidak dalam jarak 100 meter dari lokasi tersebut beroperasi juga Indomaret, atau sebaliknya. Keuntungannya, mengurangi biaya untuk survey pasar. Pertimbangkan harga sewa. Dengan konsep makanan tradisional dengan persaingan harga yang ketat, maka margin dari setiap barang terjual tidak bisa lagi lebih dari 100 persen. Karena itu, kami merekomendasikan bahwa biaya sewa atau bagi hasil untuk sewa tempat tidak melebihi 20% dari perkiraan pendapatan per bulan. Dengan demikian, jika potensi konsumen tidak dapat memenuhinya, maka disarankan lokasi tersebut tidak diambil. Lalu, menurut ActionCOACH yang diulas disini mengenai bagaimana cara meningkatkan profit, tetap harus dijalankan. Bagaimana caranya…? Tunggu edisi selanjutnya di Forum Franchisee Ayam Goreng Fatmawati.

Posted by: kangajo | January 22, 2009

Kekuatan Perubahan (Change)

Sejak memproklamirkan diri siap menjadi calon presiden Amerika Serikat (AS) tahun 2007 lalu, Barack Husein Obama konsisten mengkampanyekan adanya perubahan dalam kepemimpinan di AS. Kampanye dengan metode baru yang tidak menjadi andalan lawannyapun digulirkan. Obama mulai dengan kampanye melalui media internet, selain website resmi, rupanya tim sukses obama juga melirik facebook sebagai salah satu media untuk mensosialisasikan program-program Obama. Hasilnya, mulai dari dukungan moril, suara bahkan dana mengalir. Bukan dari para pengusaha besar, tetapi masyarakat kebanyakan yang merindukan perubahan di AS. Tak heran jika pada awal masa kampanye, Obama mengklaim bahwa rata-rata sumbangan yang diberikan pendukungnya sebesar US$ 100 saja. Arus bawah sudah bisa diperhitungkan saat ini, Obama tak hanya menyasar elit-elit yang duduk di gedung parlemen, namun menyentuh warga AS secara keseluruhan. Setelah dilantik tadi malam waktu Indonesia, Obama resmi menjadi presiden AS ke 44 dan menjadi tumpuan harapan dunia internasional untuk melakukan perubahan kebijakan Bush yang selama ini dianggap salah langkah.

Itulah kekuatan dari sebuah ide perubahan. Di Indonesia, saya bangga dengan Pak Rhenald Kasali yang terus tanpa henti mengkampanyekan perubahan lewat buku-bukunya : Change dan ReCode Your Change DNA. Kedua buku itu juga yang menginspirasi banyak orang untuk melakukan perubahan diri, keluarga, lingkungan dan seterusnya. Begitu banyak tantangan yang membentang bagi seorang pembaharu.

Perubahan itu memerlukan komitmen dari seorang agen perubahan yang didukung oleh seluruh pihak yang terlibat dalam proses perubahan tersebut. Tak jarang seorang agen pembaharu justru menjadi seorang asing yang dianggap akan mengacaukan semua “sistem” yang telah berjalan selama ini. Terlepas apakah “sistem” tersebut baik atau buruk.

Romi Satria Wahono

Romi Satria Wahono

Romi Satria Wahono, seorang peneliti LIPI yang telah “disekolahkan” di Jepang selama sepuluh tahun seolah menjadi sumber kekacauan di LIPI. Founder ilmukomputer dan brainmatics ini akhirnya jauh lebih dihargai oleh kalangan luar LIPI, bahkan oleh beberapa lembaga internasional. Lalu apa yang didapat Romi Satria Wahono dari LIPI? Semata kesempatan untuk studi selama 10 tahun di Jepang dan “larangan” menggunakan ilmu-nya itu di lembaga yang telah memberikan kesempatan untuk menuntut ilmu berlama-lama di negeri sakura itu.

Rhenald Kasali

Rhenald Kasali

Proses perubahan yang digagas Rhenal Kasali berlangsung lebih smooth. Melalui buku dan Rumah Perubahan yang didirikannya, Rhenald berusaha membuktikan bahwa sebenarnya ide-ide perubahan itu tidak hanya sebatas wacana, namun dapat dijalankan dengan real dan berhasil. Rumah Perubahan telah berhasil memasok biomasa sebagai pengganti batubara dari sampah yang diolah di salah satu unit pengolahan sampah yang dimilikinya. Bersama tim-nya Rhenald berusaha memberikan pemahaman akan pentingnya perubahan dan dampak ekonomisnya bagi masyarakat, karena sebagian besar masyarakat kita masih sangat mempertimbangkan dampak ekonomi, pendapatan dan isi perut dalam melakukan perubahan. Tidak salah memang, mengingat kondisi sebagian besar masyarakat yang berada pada status ekonomi kurang menguntungkan.

Obama

Obama

Lalu, apa yang akan dilakukan Obama demi mengusung tema perubahan yang disampaikannya semasa kampanye? Obama memaparkan akan mengembangkan cara pandang lain terhadap dunia Islam, walaupun sebagian warga Palestina merasa tidak yakin perubahan yang dilakukan Obama tersebut akan berdampak baik dengan terhadap kondisi politik ekonomi negaranya. Kita tunggu, cara pandang yang berbeda seperti apa yang akan dikembangkan Obama untuk muslim dunia.

Terlepas dari Obama sebagai presiden Amerika Serikat, beliau telah menjadi tumpuan harapan masyarakat dunia untuk menciptakan bumi yang lebih damai dan makmur, serta misinya “Heal the World” semoga bisa berhasil.

Apakah Anda merindukan perubahan…?

Posted by: kangajo | January 19, 2009

Bagaimana Meningkatkan Profit

Tujuan dari sebuah proses bisnis adalah “PROFIT”. Siapapun yang menanam modal dalam sebuah organisasi usaha pasti mengharapkan mendapatkan profit untuk mengembalikan modal dan bahkan mendapatkan keuntungan dari kegiatannya tersebut. Namun apa yang harus dilakukan jika ternyata performance perusahaan yang didirikannya belum memberikan keuntungan (profit) yang maksimal bagi seluruh stakeholders-nya?
Brad Sugars, seorang entrepreneur asal Australia menemukan konsep sederhana untuk meningkatkan profit dari sebuah perusahaan, sebagai berikut :
actioncoach
actioncoach

Kemudian timbul pertanyaan dari diagram tersebut di atas. Langkah yang mana saja yang harus kita tingkatkan untuk meningkatkan profit berkali-kali secara eksponensial? Meningkatkan warna merah atau warna kuning? Jika dilihat, memang tujuan kita adalah meningkatkan profit, dan warna kuning mewakili profit tersebut. Namun, kita sering lupa bahwa profit dan kata yang terdapat pada kotak warna kuning adalah sebuah hasil akhir dari proses dan perjalanan panjang dibelakangnya. Sebagian orang memang cenderung berorientasi hasil, namun kita harus tahu apa yang harus dilakukan untuk mencapai hasil tersebut.

Bayangkan, kenaikkan 10% saja pada setiap elemen warna merah, maka hitunglah dampaknya terhadap hasil akhir warna kuning. Karena itu, jika kita ingin meningkatkan profit, maka susunlah strategi sebanyak-banyaknya untuk meningkatkan apa yang disebut sebagai penyebab. Tingkatkanlah konsumen potensial kita, tingkatkan kemampuan perusahaan untuk menarik lebih banyak orang dari crowd yang ada sehingga mereka menjadi konsumen Anda dengan melakukan transaksi.

Menarik customer baru biayanya jauh lebih mahal dibandingkan dengan memelihara customer yang telah ada, buatlah mereka lebih sering membeli produk Anda dan terus tingkatkan nilai setiap transaksi customer. Dan akhirnya, susun dan jalankan strategi-strategi untuk terus memelihara margin dan bahkan jika memungkinkan bisa meningkatkannya.

Anda bisa melihat, PROFIT yang menjadi tujuan adalah dampak dari berjalannya strategi-strategi yang dilakukan dalam setiap tahapan proses menuju peningkatan profit. Sekarang, tinggal Anda pilih, pertumbuhan eksponensial atau pertumbuhan yang lambat.

Posted by: kangajo | January 16, 2009

Soto Betawi “Bang Thamrin”

Kali ini saya akan mengulas sebuah resto cafe di Gedung Sarinah Jl. M.H. Thamrin di Jakarta. Dari pintu masuk pilih eskalator turun menuju ke basement, persis di depan Hero Supermarket terdapat area makan yang terdiri dari beberapa ruang semi resto dan area makan semacam food court yang dinamakan Cafe de Sarinah. Ada berbagai pilihan makanan disana, namun yang menarik buat saya adalah Soto Betawi Bang Thamrin yang berada di sisi sebelah kanan. Cuaca yang mendung dan dingin membuat saya menjatuhkan pilihan untuk makan siang disana, pasti bikin hangat dan seger, apa lagi jika sambalnya ekstra pedas. Bayangan itu yang mampir di benak sebelum memutuskan untuk masuk area semi resto-nya.

Masuk ke dalam area resto, rupanya suhu ruangan lebih hangat dibandingkan dengan area food court-nya, mungkin ada gangguan dengan sistem pendingin ruangan atau mungkin karena efek panasnya kompor dari dapur, karena antara dapur dan dining room hanya dibatasi oleh juntaian bambu-bambu kecil yang dipasang jarang. Untuk memberikan kesan dapur terbuka, fikirku.

Saya pesan soto daging paru dan juice jambu biji merah, sedangkan teman saya memesan soto kaki dan es teh manis. Sambil menunggu, naluri saya setiap kali masuk restoran timbul : ingin mengetahui kelebihan-kelebihan dari konsep restoran, design, service dan taste makanannya. Sementara makanan sedang disiapkan oleh karyawan, saya mulai mengamati meja, kursi, dinding, karyawan, buku menu, tata cahaya  dan peralatan yang digunakan.

Dekorasi cukup sederhana, ornamen penghias dinding hanya sampai setengah badan, selebihnya polos, tanpa foto frame atau gambar-gambar lainnya. Yang cukup dominan adalah permainan kesan kayu pada furnitur. Meja dan kursi bertekstur kayu halus diplitur mengkilap. Terdiri dari meja dan kursi panjang, meja untuk dua orang, dan yang menarik perhatian adalah penggunaan kursi (mungkin jati) besar khas betawi di salah satu pojo ruangan, menonjolkan Betawi pada interiornya. Tidak hanya itu, pencahayaan menggunakan beberapa lampu (mirip petromak) khas betawi yang sering saya lihat di pekarangan rumah Si Doel Anak Sekolahan, unik, tidak terlalu terang dan memperkuat kesan resto cafe.

Buku menu yang digunakan adalah konsep hard cover dengan gambar dan daftar menu pada salah satu sisinya. Selain kemungkinan karena menunya yang tidak terlalu banyak, konsep ini juga mempermudah customer untuk memilih makanan tanpa harus membolak-balik atau membuka halaman demi halaman untuk mencari makanan yang sesuai dengan selera. Karyawan-pun berpenampilan tidak terlalu istimewa, hanya pakaian a’la betawi yang jarang saya lihat digunakan sebagai ciri khas betawi. Karena yang sering saya amati, khas betawi itu adalah kaos oblong putih dan celana batik.

Soto Betawi Bang Thamrin

Soto Betawi Bang Thamrin

Akhirnya pesanan kami datang. Sempat kaget dengan konsep penyajian soto di Soto Betawi Bang Thamrin ini, karena saya baru pertama kali ini melihat soto dihidangkan menggunakan mangkuk (lebih tepatnya alat) dengan pemanas di bawahnya. Konsep serupa namun diterapkan pada masakan lain pernah saya temui pada penyajian tumis kangkung yang juga dipanaskan secara langsung di piring penghidangnya. Pemanas di bawahnya menggunakan minyak goreng dengan sumbu yang biasa digunakan untuk penerangan meja pada cafe-cafe. Dengan pemanas ini, konsumen dijamin akan tetap menikmati soto dalam keadaan panas, bahkan akan menjadi lebih panas semakin lama dibiarkan tidak sisantap.

Icip kuah, memang wajar menurut saya mereka menetapkan harga Rp. 21.500,- untuk setiap porsi. Semua bumbunya terasa pas, hanya karena saya senang pedas, maka saya tambahkan dua sendok sambal dan kira-kira tiga sendok kecap manis. Setelah diaduk, rasanya makin mantab, pas banget dengan yang saya harapkan. Rasa soto-nya mirip dengan Soto Bening & Soto Santan yang berada di Jl. Pengadilan Bogor, hanya yang ini lebih mantab karena santannya lebih kental.

Porsi nasi dan sotonya pas, tidak membuat kekenyangan, tidak juga kurang untuk ukuran saya. Hanya yang disayangkan adalah nasi-nya agak keras, sehingga sedikit mengurangi kenikmatan soto-nya. Banyak restoran yang mempunyai rasa masakan yang mantab, namun ada beberapa diantaranya yang kurang memperhatikan kualitas nasi. Padahal menurut saya, kualitas nasi adalah faktor utama. Bahkan Ibu Fatmawati, founder Ayam Goreng Fatmawati, selalu mengingatkan karyawannya akan pentingnya menjaga kualitas makanan, terutama nasi.

Older Posts »

Categories