Tak pernah diduga sebelumnya, seorang teman SMA yang waktu itu hanya berinteraksi sekedarnya tiba-tiba menyapaku dari Facebook. Menanyakan kabar dan tempat tinggal. Ya…memang selama ini aku jarang sekali menemui teman-teman dari Ciamis, padahal mereka masih tinggal di Bogor, serantau denganku. Karena jarangnya silaturahmi, maka terasa janggal ketika tiba-tiba aku berani menceritakan masalah pribadiku padanya.
Ya Allah, sesempit inikah pergaulanku selama ini? Sehingga sebagian orang menganggapku hanya bersilaturahmi hanya jika aku membutuhkan pertolongan.
Kembali ke teman SMA itu yang kini menjadi ibu dari seorang putra yang terlahir tahun 2008 lalu. Begitu lugasnya saran yang disampaikannya mengenai ketegasan dan pentingnya perhatian bagi mahluk sejenisnya. Begini yang saya tangkap : “Janganlah terlalu ‘workaholic’ (sudah terlalu, workaholic lagi) sehingga melupakan hal-hal kecil seperti perhatian dan tegaslah pada keadaan seperti yang dialami saat ini.”
Sungguh, aku seperti kembali mempunyai teman yang urusannya bukan hanya sekedar bisnis. Walaupun sebenarnya setelah pulang Sabtu sampai Senin, 20-22 Februari 2010 lalu aku seperti menemukan kedamaian yang tiada tara bersama keluarga. Mengajak jalan2 keponakan dengan vespa tua milik ayahnya.
Sungguh aku merindukan keluarga kecilku sendiri dimana aku bisa melepas lelah dengan bersenda gurau bersama bocah soleh yang lucu. Terima kasih teman SMA-ku, aku anggap tawaranmu bukan hanya sekedar basa-basi. Bukan karena saat ini aku sedang gundah, tapi sekedar ingin merajut kembali silaturahmi yang nampak mulai terputus.

5 Komentar Terakhir